Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

20 Penyandang Disabilitas Kalbar Berkarya Lewat Rumah Jahit, Produk Dijual Mulai Rp100 Ribu

✍️ Rina Marlina 🕒 02 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Berbagai produk karya Disabilitas ikut serta dalam FinExpo 2026 di Gaia Kubu Raya, Jumat Oktober- Minggu, 1 November 2026.
Berbagai produk karya Disabilitas ikut serta dalam FinExpo 2026 di Gaia Kubu Raya, Jumat Oktober- Minggu, 1 November 2026. Foto: istimewa

rakyatkayong.com – Sekitar 20 penyandang disabilitas daksa di Kalimantan Barat membuktikan keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya dan menghasilkan produk bernilai ekonomi. Melalui rumah jahit, mereka memproduksi berbagai kerajinan yang kini mulai dipasarkan kepada masyarakat.

Produk hasil karya tersebut diperkenalkan dalam Financial Exhibition (FinExpo) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Gaia Bumi Raya, Kabupaten Kubu Raya. Pameran berlangsung sejak Jumat (30/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026).

Beragam produk ditampilkan, mulai dari tumbler, tas, dompet, pakaian, hingga pembungkus produk. Hasil kerajinan tersebut dijual dengan harga mulai sekitar Rp100 ribu.

Penanggung Jawab Program sekaligus penjaga stan pameran, Said Al-Jufri atau yang akrab disapa Acil, mengatakan rumah jahit tersebut melibatkan sekitar 20 penyandang disabilitas daksa dengan kondisi fisik yang beragam.

"Di rumah jahit ini ada sekitar 20 orang penyandang disabilitas daksa yang terlibat dalam proses pembuatan produk. Mereka menghasilkan berbagai kerajinan yang sekarang kami tampilkan di pameran," ujarnya di sela kegiatan FinExpo di Gaia Kubu Raya, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Acil, kreativitas para perajin tidak hanya terlihat dari ragam produk yang dihasilkan, tetapi juga dari pemanfaatan bahan daur ulang. Salah satunya kain jeans bekas yang diolah kembali menjadi barang dengan nilai jual.

"Kami membuat berbagai produk, mulai dari tumbler, tas, dompet, baju sampai pembungkus. Ada juga yang menggunakan bahan daur ulang seperti kain jeans," katanya.

Untuk memperluas pemasaran, produk-produk tersebut dijual melalui stan pameran, penjualan daring, serta sistem pemesanan awal atau pre-order. Dukungan dari berbagai lembaga juga membuka peluang bagi usaha tersebut untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Acil mencontohkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pernah memesan sekitar 1.000 tas untuk kebutuhan kegiatan seminar. Pesanan dalam jumlah besar tersebut dinilai membantu keberlanjutan usaha sekaligus memberikan kesempatan bagi para perajin untuk meningkatkan kapasitas produksi.

"Kami berharap semakin banyak pihak yang mengenal dan menggunakan produk hasil karya teman-teman disabilitas. Dukungan pembelian seperti ini sangat membantu mereka untuk terus berkarya," ungkapnya.

Keikutsertaan dalam FinExpo 2026 diharapkan tidak hanya memperkenalkan hasil kerajinan kepada pengunjung, tetapi juga membuka peluang kemitraan dan pemasaran baru.

Acil optimistis, peningkatan kualitas produk yang disertai dukungan pasar secara berkelanjutan dapat memperkuat kemandirian ekonomi para penyandang disabilitas di Kalimantan Barat.

RM
Rina MarlinaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update