BNPB Catat 884 Hektare Karhutla Masih Ditangani di Kalbar, OMC Terus Dioptimalkan
rakyatkayong.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 884 hektare lahan di Kalimantan Barat masih dalam penanganan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (25/10/2026).
Penanganan karhutla di Kalbar menjadi bagian dari upaya pemerintah mengendalikan kebakaran di sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Salah satu langkah yang dilakukan adalah operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk meningkatkan potensi hujan sekaligus membantu mengurangi dampak kabut asap.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah prioritas telah menggunakan total 14,3 ton bahan semai berdasarkan data pelaksanaan hingga 23 Oktober 2026.
“Penyemaian tersebut dilakukan dalam 15 kali penerbangan atau sortie berdasarkan pemantauan data pelaksanaan pada 23 Oktober 2026,” kata Berton dalam keterangan yang diterima di Makassar, Selasa.
Hujan Turun di Tujuh Kabupaten di Kalbar
BNPB melaporkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di tujuh kabupaten di Kalimantan Barat. Wilayah yang disebut dalam laporan tersebut antara lain Sekadau, Ketapang, dan Sintang.
Hujan juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Pelaksanaan OMC dilakukan dengan menyesuaikan dinamika atmosfer dan kondisi cuaca di wilayah sasaran.
Meski demikian, luas lahan yang masih dalam penanganan menunjukkan bahwa upaya pemadaman karhutla tetap diperlukan. Dari total 3.392 hektare lahan yang masih ditangani di Pulau Kalimantan, Kalimantan Tengah mencatat area terluas, yakni 2.458 hektare. Kalimantan Barat menyusul dengan 884 hektare, sedangkan Kalimantan Selatan tercatat 52 hektare.
Di Pulau Sumatera, luas lahan yang masih dalam penanganan mencapai sekitar 990 hektare. Rinciannya meliputi Sumatera Selatan 889 hektare, Jambi 89 hektare, dan kawasan Taman Nasional Way Kambas di Lampung seluas 12 hektare.
OMC di Kalteng dan Sumsel Gunakan 14,3 Ton Bahan Semai
Dalam pelaksanaan OMC di Kalimantan Tengah, BNPB menggunakan 7.200 kilogram bahan semai melalui delapan kali penerbangan. Bahan tersebut terdiri atas 5.200 kilogram dry ice untuk membantu mengurai kabut asap dan 2.000 kilogram natrium klorida (NaCl) untuk mendukung pembentukan hujan.
Namun, berdasarkan laporan hingga 23 Oktober, belum ada laporan hujan di wilayah sasaran operasi tersebut.
Sementara itu, OMC di Sumatera Selatan dilaksanakan melalui tujuh kali penerbangan dengan penggunaan 7.100 kilogram bahan semai. Berdasarkan pemantauan lapangan, operasi tersebut dilaporkan membantu memperbaiki jarak pandang menjelang siang hari.
Puluhan Ribu Personel Disiagakan
Untuk memperkuat penanganan karhutla di lapangan, pemerintah menyiagakan 57.050 personel satuan tugas pemadaman darat di enam provinsi.
Berdasarkan pemutakhiran data per 26 Oktober 2026, dukungan udara mencakup 61 unit armada, terdiri atas 24 unit pesawat patroli, CASA, dan pesawat operasi modifikasi cuaca, serta 37 unit helikopter water bombing.
Personel di lapangan turut didukung berbagai peralatan pemadaman, seperti selang, nozel, sepatu bot, pompa portabel, pompa punggung, pemukul api, dan radio komunikasi.
BNPB terus mengoptimalkan penanganan karhutla melalui kombinasi pemadaman darat, dukungan udara, dan operasi modifikasi cuaca sesuai kondisi di setiap wilayah. Di Kalimantan Barat, upaya tersebut menjadi penting untuk menekan luas kebakaran dan mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.
