Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

1.357 Titik Irigasi di Kalbar Dipercepat, Dorong Ekonomi dan Kesejahteraan Petani

✍️ Rina Marlina 🕒 02 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Kasatker Operasi & Pemeliharaan SDA Kalimantan I Fadiah dan Koordinator Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Hendri Siswanto menyaksikan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun anggaran 2026 di Pontianak, Kamis (1/10/2026)
Kasatker Operasi & Pemeliharaan SDA Kalimantan I Fadiah dan Koordinator Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Hendri Siswanto menyaksikan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun anggaran 2026 di Pontianak, Kamis (1/10/2026) Foto: istimewa

rakyatkayong.com — Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Kalimantan I mempercepat Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang tersebar di 1.357 titik di Kalimantan Barat.

Program tersebut ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kalimantan Barat.

Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA Kalimantan I, Fadiah, mengatakan sebagian pekerjaan masih berlangsung dan sejumlah kontrak ditargetkan rampung pada pertengahan Oktober 2026.

"Pekerjaan pada titik lainnya masih berlangsung. Sebagian kontrak ditargetkan selesai pada pertengahan Oktober sehingga pelaksanaan program dapat dilanjutkan sesuai tahapan," kata Fadiah saat menghadiri Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 di Pontianak, Kamis (1/10/2026).

Program P3-TGAI menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendukung ketersediaan infrastruktur irigasi bagi masyarakat yang bergerak di sektor pertanian.

Perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi di berbagai wilayah diharapkan dapat membantu petani memperoleh akses tata air yang lebih baik. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga produktivitas pertanian dan pasokan pangan daerah.

Sektor pertanian sendiri menjadi salah satu penopang perekonomian Kalimantan Barat. Berdasarkan laporan Bank Indonesia, pertanian memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,23 persen terhadap ekonomi Kalbar pada triwulan II 2026. Pada periode yang sama, ekonomi Kalbar tumbuh 5,61 persen secara tahunan (yoy).

Dengan pembangunan dan peningkatan infrastruktur irigasi, pemerintah berharap produktivitas lahan pertanian dapat terus terjaga. Hal tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.

Pelaksanaan program di 1.357 titik tersebut masih berlangsung di sejumlah lokasi. Pemerintah menargetkan pekerjaan yang belum selesai dapat dituntaskan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

RM
Rina MarlinaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update