97 Titik Panas Terkonsentrasi di Ketapang, Karhutla Ancam Wilayah Kayong Utara
rakyatkayong.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat masih membutuhkan penanganan intensif. Meski jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi turun dari 100 menjadi 97 titik pada Kamis (15/10/2026), seluruh titik tersebut terdeteksi berada di Kabupaten Ketapang, terutama Kecamatan Kendawangan.
Selain pemadaman di Ketapang, penanganan karhutla juga menyasar kawasan Taman Nasional Gunung Palung di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Upaya pemadaman di kawasan tersebut diharapkan melibatkan sinergi satuan tugas darat dan udara.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalimantan Barat, Novel Umar, mengatakan sejumlah desa di Kecamatan Kendawangan masih menjadi perhatian karena kebakaran belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Wilayah yang menjadi prioritas meliputi Desa Natai Kuini, Air Hitam Besar, dan Pembedilan. Kebakaran di Desa Pembedilan bahkan telah berlangsung selama beberapa hari sehingga membutuhkan penanganan lebih intensif.
“Di sana masih sangat besar sekali. Oleh sebab itu, kami mengharapkan satgas darat masih melakukan pemadaman di daerah-daerah tersebut. Untuk helikopter juga kami coba untuk memadamkan di sini,” kata Novel dalam pemaparan perkembangan penanganan karhutla, Kamis (15/10).
Helikopter Dikerahkan untuk Pemadaman
Untuk mempercepat penanganan, satgas udara merencanakan operasi water bombing di wilayah selatan Ketapang. Helikopter akan diarahkan terlebih dahulu ke Desa Pembedilan, kemudian menuju Desa Natai Kuini.
“Ini lumayan besar, dan sudah beberapa hari. Mudah-mudahan bisa sampai ke sana, dan bisa melakukan water bombing yang masif, sehingga titik-titik api dapat segera dipadamkan,” ujarnya.
BPBD Kalbar juga mengupayakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan awan pada 15–17 Oktober 2026. Langkah ini diharapkan membantu mendatangkan hujan, terutama di wilayah Ketapang bagian selatan yang masih mengalami kebakaran.
Selain itu, patroli udara direncanakan menjangkau wilayah selatan Kalbar, termasuk Kabupaten Kubu Raya dan Kayong Utara. Jika kondisi memungkinkan, patroli akan dilanjutkan ke wilayah utara provinsi.
Kabut Asap Batasi Jarak Pandang
Dampak karhutla juga terlihat dari terbatasnya jarak pandang di sejumlah wilayah Kalbar. Pada Kamis pagi, jarak pandang di Ketapang tercatat hanya 200 meter. Sementara itu, jarak pandang di Sintang mencapai 400 meter dan Kapuas Hulu 800 meter.
Kondisi tersebut menunjukkan kabut asap masih perlu diwaspadai meskipun jumlah titik panas mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya.
Di Sambas, jarak pandang dilaporkan membaik. Jika sebelumnya berkisar dua hingga lima kilometer, pada Kamis jarak pandang di wilayah tersebut telah berada di atas lima kilometer.
Berdasarkan prakiraan BMKG yang disampaikan dalam pemaparan tersebut, hujan diperkirakan turun di sejumlah wilayah Kalbar. Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di antaranya di Kayong Utara, Ketapang, Kubu Raya, Bengkayang, Kapuas Hulu, Landak, Melawi, Mempawah, Sambas, Sanggau, Sekadau, dan Sintang.
BPBD berharap kondisi cuaca tersebut dapat mendukung pemadaman, terutama di kawasan selatan Ketapang.
Karhutla Juga Ditangani di Kubu Raya dan Mempawah
Penanganan kebakaran turut dilakukan di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Menurut Novel, kebakaran di lokasi itu telah berlangsung selama beberapa hari dan cukup besar sehingga membutuhkan kerja sama satgas darat dan udara.
Sementara di Kabupaten Mempawah, helikopter direncanakan melakukan pemadaman di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur. Meski api masih relatif kecil, upaya pemadaman tetap dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas.
“Walaupun masih kecil, dapat kita padamkan sehingga tidak meluas,” ujarnya.
Novel berharap pengerahan personel darat, operasi udara, patroli, dan dukungan potensi hujan dapat mempercepat penanganan karhutla di Kalimantan Barat, termasuk di kawasan Kayong Utara.
“Mudah-mudahan Kalbar dapat segera berakhir karhutla-nya, sehingga masyarakat dapat beraktivitas normal seperti sedia kala,” harapnya.
