Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Anggaran Terbatas, Kayong Utara Gandeng Save the Children Latih Calon Kepala Sekolah

✍️ Rina Marlina 🕒 12 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menyampaikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 di Pontianak, Kalimantan Barat.
Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menyampaikan sambutan dalam kegiatan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 di Pontianak, Kalimantan Barat. Foto: istimewa

rakyatkayong.com – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menggandeng Save the Children untuk menyelenggarakan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026. Kerja sama ini dilakukan agar peningkatan kapasitas calon pemimpin sekolah tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Pelatihan tersebut berlangsung di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (10/10/2026), dengan melibatkan Save the Children, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Barat, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara. Adapun fasilitas kegiatan didukung BPMP Provinsi Kalimantan Barat.

Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengapresiasi dukungan Save the Children yang dinilai membantu keberlanjutan program peningkatan kapasitas calon kepala sekolah. Pasalnya, efisiensi anggaran pada 2026 membuat pelatihan tersebut tidak dapat dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kayong Utara.

Menurut Romi, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan sosok kepala sekolah yang tidak hanya mampu menjalankan administrasi, tetapi juga memiliki kepemimpinan dan kemampuan mendorong perubahan di lingkungan sekolah.

"Kepala sekolah bukan sekadar pejabat yang memimpin satuan pendidikan, melainkan pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, pembangun budaya sekolah, sekaligus teladan bagi para guru dan peserta didik," terangnya.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan serius. Romi menegaskan, kegiatan tersebut tidak seharusnya dipandang sebatas persyaratan administratif untuk menduduki jabatan kepala sekolah.

Sebaliknya, pelatihan diharapkan menjadi proses pembentukan calon pemimpin pendidikan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi yang memengaruhi proses pembelajaran.

Calon kepala sekolah juga diharapkan memiliki kemampuan manajerial, mengembangkan inovasi, serta menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas bagi guru dan peserta didik.

"Saya berharap pelatihan ini melahirkan agen-agen perubahan yang mampu membawa satuan pendidikan di Kayong Utara menjadi lebih maju, berkualitas, dan berdaya saing," pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berharap peningkatan kompetensi calon kepala sekolah dapat mendukung perbaikan tata kelola satuan pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

RM
Rina MarlinaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update