Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

BBM Langka di Bali dan Surabaya, Pertalite Dijual hingga Rp75 Ribu per 1,5 Liter

✍️ Rina Marlina 🕒 16 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah memicu antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah memicu antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Foto: istimewa

rakyatkayong.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah memicu antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Di tengah pasokan yang belum stabil, penjualan BBM melalui media sosial juga ditemukan dengan harga jauh di atas harga normal.

Di Denpasar, Bali, Pertalite ditawarkan hingga Rp75 ribu per botol berukuran 1,5 liter. Sementara itu, Pertamax dijual dengan harga mencapai Rp100 ribu untuk kemasan yang sama.

Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal Pertalite yang disebut sebesar Rp10 ribu per liter, atau Rp15 ribu untuk 1,5 liter.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bali pada Kamis (15/10/2026), sejumlah SPBU di Denpasar masih mengalami kekosongan stok. Antrean kendaraan juga dilaporkan semakin panjang dibandingkan hari sebelumnya.

Kondisi ini menyulitkan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di tengah terbatasnya pasokan, sejumlah akun di grup jual beli media sosial menawarkan Pertalite dan Pertamax dalam kemasan botol 1,5 liter. Harga yang ditemukan bervariasi, mulai dari Rp70 ribu hingga Rp200 ribu per botol.

Salah satu penjual menawarkan Pertalite seharga Rp75 ribu dengan lokasi penjualan di Jalan Teuku Umar, kawasan Simpang Enam, Denpasar. Penawaran tersebut mendapat respons dari pengguna media sosial yang menanyakan lokasi, harga, serta ketersediaan BBM.

Sejumlah SPBU di Surabaya Kehabisan Pertalite

Situasi serupa terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Antrean kendaraan terlihat di sejumlah SPBU, terutama di kawasan utara dan pusat kota.

Pantauan Jawa Pos di enam SPBU menemukan antrean panjang di Jalan Stasiun Kota, Jalan Sultan Iskandar Muda, dan Jalan Anjasmoro. Sementara itu, antrean di SPBU Jalan Rajawali masih berada di dalam area pengisian.

SPBU di Jalan Semarang dan Jalan Tidar bahkan sempat kehabisan Pertalite hingga pukul 16.50 WIB akibat keterlambatan pengiriman menggunakan mobil tangki.

Pengawas SPBU Jalan Tidar, Edy S., mengatakan pasokan Pertalite sebanyak 16 ribu liter baru tiba pada pukul 15.30 WIB. Setelah bahan bakar dipindahkan ke tangki penyimpanan, petugas masih memerlukan waktu sebelum kembali melayani pembelian.

Menurut Edy, keterlambatan pengiriman terjadi selama beberapa hari terakhir. Stok Pertalite di SPBU tersebut bahkan telah habis sejak Rabu (14/10/2026) sore.

Meski pasokan Pertalite sempat kosong, Edy menyebut BBM jenis Pertamax dan solar masih tersedia di SPBU tersebut.

Kondisi di Bali dan Surabaya menunjukkan bahwa keterlambatan distribusi dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan BBM di tingkat SPBU. Di sisi lain, penawaran BBM dengan harga tinggi melalui media sosial menambah beban masyarakat yang membutuhkan bahan bakar untuk kegiatan sehari-hari.

RM
Rina MarlinaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update