Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

BMKG Ingatkan Potensi Karhutla di Kayong Utara hingga 11 Oktober, Hujan Cenderung Menurun

✍️ Rina Marlina 🕒 05 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Sebaran kemudahan terjadinya karhutla di Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 5 hingga 11 Oktober 2026.
Sebaran kemudahan terjadinya karhutla di Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 5 hingga 11 Oktober 2026. Foto: istimewa

rakyatkayong.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak mengingatkan masyarakat di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang, untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam sepekan ke depan.

BMKG memprakirakan sejumlah wilayah Kalbar masih berpeluang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada 5–11 Oktober 2026. Namun, potensi hujan diperkirakan menurun pada 6–8 Oktober.

Prakirawan Cuaca BMKG Supadio Pontianak Imawan M.Stakim mengatakan, kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah, terutama bagian selatan Kalbar, tetap perlu mendapatkan perhatian terhadap potensi karhutla.

“Meski sejumlah wilayah berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, namun pada periode yang sama beberapa wilayah di Kalbar juga harus perlu mewaspadai kemudahan terjadinya karhutla terutama di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, karena di dua kabupaten masih minim potensi hujannya,” kata Imawan saat menyampaikan laporan prakiraan cuaca kepada tim terpadu penanganan karhutla melalui Zoom, Minggu (4/10/2026) malam.

Menurut Imawan, potensi kemudahan terjadinya karhutla diperkirakan berlangsung sepanjang 5–11 Oktober. Kondisi paling perlu diwaspadai diprediksi terjadi pada 7–9 Oktober, terutama di wilayah selatan Kalbar.

“Dalam sepekan ke depan, perlu diwaspadai juga potensi kemudahan terjadinya karhutla pada tanggal 5 hingga 11 Oktober dan terjadinya karhutla tertinggi terjadi pada tanggal 7 hingga 9 Oktober 2026 terutama bagian selatan Kalbar, yaitu Ketapang dan Kayong Utara,” tuturnya.

Berdasarkan pemantauan citra satelit cuaca pada Minggu (4/10/2026) pukul 16.00 WIB, pertumbuhan awan konvektif terpantau di sejumlah wilayah Kalbar.

Wilayah tersebut meliputi Sambas, Bengkayang, Mempawah, Landak, Kubu Raya, Ketapang, Kayong Utara, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang.

Meski demikian, keberadaan awan hujan belum merata sehingga beberapa daerah masih menghadapi kondisi yang relatif kering.

24 Hotspot Terdeteksi di Ketapang

Kondisi tersebut juga terlihat dari data titik panas atau hotspot. Hingga Minggu (4/10/2026) pukul 23.00 WIB, BMKG mencatat terdapat 24 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kabupaten Ketapang.

Sementara itu, 13 kabupaten/kota lainnya di Kalbar tidak tercatat memiliki hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi pada periode tersebut.

Jumlah hotspot di Ketapang mengalami peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Sabtu (3/10/2026), BMKG mencatat delapan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah tersebut.

“Jumlah sebaran hotspot pada Minggu 4 Oktober 2026 dengan kepercayaan tinggi sebanyak 24 titik di Kabupaten Ketapang mengalami kenaikan jika dibandingkan pada Sabtu 3 Oktober 2026 yang hanya 8 titik di daerah yang sama,” kata Imawan.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan masih minimnya potensi curah hujan di wilayah Ketapang. Sementara beberapa daerah Kalbar lainnya telah mendapatkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Masyarakat Kayong Utara dan Ketapang pun diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama ketika kondisi cuaca lebih kering dan hujan tidak turun secara merata.

Informasi prakiraan cuaca dan perkembangan titik panas menjadi salah satu acuan penting dalam melakukan pencegahan serta penanganan dini karhutla di wilayah Kalimantan Barat.

RM
Rina MarlinaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update