Fokus Padamkan Titik Api, 100 Anggota Brimob Mabes Polri Dikerahkan ke Kalteng
PALANGKA RAYA — Langkah penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali diperketat. Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) secara resmi mengerahkan sebanyak satu satuan setingkat kompi (SSK) atau 100 personel Korps Brimob untuk diterjunkan langsung ke daerah yang mengalami kerawanan tinggi. Pengerahan pasukan khusus ini dilakukan guna memperkuat jajaran Satuan Tugas (Satgas) daerah dalam mengendalikan titik-titik api yang berpotensi meluas di tengah musim kemarau.
Kehadiran tambahan pasukan ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap percepatan operasi pemadaman di lapangan. Mengingat karakteristik lahan gambut di Kalimantan Tengah yang kerap sulit dipadamkan jika api telanjur merembes ke dalam tanah, langkah intervensi dini melalui penambahan personel terlatih dinilai sangat krusial. Pasukan Brimob yang ditugaskan dibekali dengan kemampuan taktis serta mobilitas tinggi untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses oleh kendaraan konvensional.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, memberikan keterangan resmi terkait pengerahan ratusan personel tersebut. Beliau menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen institusi kepolisian dalam merespons cepat ancaman bencana lingkungan serta melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat setempat.
"Pengerahan 100 personel Brimob Mabes Polri ini merupakan langkah taktis untuk memperkuat satuan kewilayahan dalam menanggulangi karhutla di Kalimantan Tengah secara cepat dan terpadu," ujar Trunoyudo.
Lebih lanjut, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam menghadapi tantangan karhutla tahun ini. Beliau menambahkan bahwa koordinasi yang solid antara unsur Polri, TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), instansi pemerintah daerah, serta masyarakat sipil menjadi kunci utama efektivitas penanganan di lapangan.
"Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama menjaga lingkungan dari potensi pemicu kebakaran, demi keselamatan bersama," imbuhnya.
Setibanya di lokasi penugasan, ratusan personel Brimob tersebut langsung bergabung dengan posko darurat karhutla setempat untuk melakukan pemetaan wilayah rawan serta menyusun strategi operasi pemadaman terpadu. Mereka tidak hanya fokus pada pemadaman secara langsung menggunakan peralatan portabel, tetapi juga dilibatkan dalam patroli pencegahan dan sosialisasi kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dengan tambahan kekuatan ini, pemerintah daerah bersama aparat keamanan optimis eskalasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dapat diredam secara maksimal.
