Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Harga Bahan Pokok Melonjak, Warga Balikpapan Padati Gerakan Pangan Murah Demi Beras dan Minyak

✍️ Rina Marlina 🕒 22 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur
Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur Foto: detik.com

BALIKPAPAN — Lonjakan harga berbagai kebutuhan pokok di pasaran memicu reaksi cepat dari masyarakat Balikpapan, Kalimantan Timur. Ratusan warga, yang didominasi oleh kaum ibu rumah tangga atau emak-emak, berbondong-bondong memadati gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah setempat. Pasokan beras dan minyak goreng menjadi dua komoditas paling favorit yang langsung diserbu hingga ludes dalam hitungan jam.

Program pasar murah ini dihadirkan sebagai langkah intervensi pemerintah dalam menjaga keterjangkauan daya beli masyarakat di tengah tren kenaikan harga komoditas pangan pokok. Kesenjangan harga yang lumayan jauh dibandingkan dengan tarif di pasar tradisional maupun ritel modern membuat arena kegiatan dipenuhi antrean panjang sejak pagi hari.

Lonjakan Harga Pasar yang Mencekik Dapur Warga

Dalam beberapa pekan terakhir, grafik harga sejumlah bahan pokok di wilayah Balikpapan menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Beras medium dan premium, minyak goreng kemasan, gula pasir, hingga bumbu dapur seperti cabai dan bawang mengalami penyesuaian harga di tingkat pedagang eceran.

Kondisi tersebut memberikan tekanan ekonomi yang cukup terasa bagi kestabilan keuangan rumah tangga. Bagi para ibu rumah tangga, lonjakan tarif bahan pokok memaksa mereka untuk memutar otak lebih keras agar kebutuhan konsumsi harian keluarga tetap terpenuhi tanpa membengkakkan anggaran bulanan.

Hadirnya Gerakan Pangan Murah menjadi angin segar yang sangat dinantikan. Selisih harga yang ditawarkan pada program ini terbilang cukup lumayan, berkisar antara Rp2.000 hingga Rp10.000 per kg atau per liter dibandingkan harga pasar normal. Tidak mengherankan jika informasi mengenai jadwal dan lokasi pelaksanaan GPM langsung menyebar luas dan menyedot antusiasme ribuan warga.

Komoditas Utama Ludes Diserbu Pembeli

Begitu stan penjualan dibuka, antrean warga langsung mengular di area ketersediaan beras dan minyak goreng. Kedua bahan dasar pangan ini menjadi prioritas utama belanja warga karena tingkat konsumsi hariannya yang sangat tinggi. Perum Bulog bersama dinas terkait menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pasokan minyak goreng subsidi dan kemasan dengan jumlah pasokan yang telah ditingkatkan.

Meskipun antrean mengular panjang, proses distribusi dan transaksi jual beli berlangsung secara teratur di bawah pengawasan petugas lapangan. Setiap warga dibatasi jumlah pembeliannya untuk memastikan pemerataan distribusi, sehingga tidak ada oknum pembeli yang melakukan aksi borong secara berlebihan atau untuk dijual kembali demi keuntungan pribadi.

Selain beras dan minyak goreng, komoditas lain seperti telur ayam, daging ayam beku, bawang merah, bawang putih, serta cabai rawit juga disbu pembeli. Harga yang dibanderol pada setiap barang dagangan merupakan harga acuan langsung dari distributor utama dan produsen, tanpa melalui rantai tengkulak yang kerap memicu lonjakan harga di tingkat konsumen akhir.

Pernyataan Resmi dan Suara Warga

Keprihatinan dan antusiasme warga tergambar jelas saat mereka mengantre bahan pangan tersebut. Kutipan langsung dari para pihak terkait dan warga di lokasi acara menggambarkan betapa krusialnya kehadiran program intervensi pasar ini bagi kelangsungan dapur mereka.

"Harga-harga di pasar sekarang lagi naik semua, mas. Di sini lumayan banget selisih harganya, terutama buat beras sama minyak goreng. Makanya saya bela-belain datang dari pagi supaya tidak kehabisan," ujar Maria (42), salah seorang warga yang ditemui di lokasi kegiatan.

Senada dengan warga, pihak penyelenggara menekankan bahwa komitmen pemerintah adalah memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman serta harganya terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah bersama Bulog dan para mitra untuk menekan laju inflasi pangan. Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan akses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan rasional," tegas perwakilan panitia penyelenggara Gerakan Pangan Murah.

Keberadaan kutipan langsung tersebut menegaskan kenyataan di lapangan bahwa program ini sangat efektif meringankan beban ekonomi warga berpenghasilan menengah ke bawah.

Upaya Penanganan Inflasi Daerah secara Berkelanjutan

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah bukan sekadar agenda seremonial atau respons sesaat terhadap gejolak harga. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari strategi Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan dalam menjaga kestabilan harga pasar secara menyeluruh.

Faktor cuaca, gangguan rantai pasok global, serta dinamika distribusi dari daerah penghasil kerap menjadi pemicu utama fluktuasi harga bahan pangan di wilayah Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan yang sebagian besar pasokan pangannya masih mendatangkan dari luar daerah seperti Jawa dan Sulawesi. Oleh karena itu, intervensi berupa operasi pasar dan pasar murah terpadu dipandang sebagai instrumen paling responsif untuk menjaga psikologis pasar agar tidak memicu pemborongan panik (panic buying).

Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa secara berkala di berbagai titik wilayah kelurahan dan kecamatan, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk. Langkah ini diharapkan tidak hanya meredakan dampak kenaikan harga secara seketika, tetapi juga mampu mengendalikan tingkat inflasi daerah agar tetap berada pada rentang target yang stabil hingga pasokan dari daerah produsen kembali normal.

melalui sinergi antara pemerintah, BUMN pangan, produsen, dan distributor lokal, masyarakat mengimbau agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu kelangkaan barang. Stok kebutuhan pokok dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

RM
Rina MarlinaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update