Indonesia Jajaki Kerja Sama Dagang dengan AS, Sasar Hilirisasi hingga Energi Terbarukan
rakyatkayong.com – Indonesia membuka peluang memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi dengan Amerika Serikat (AS) melalui sejumlah sektor strategis.
Peluang tersebut mencakup hilirisasi industri, logam tanah jarang (rare earths), energi terbarukan, hingga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pembahasan kerja sama dilakukan Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Kamar Dagang Amerika Serikat di sela rangkaian Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pembahasan penguatan hubungan bisnis kedua negara melalui forum Business 20 (B20).
Budi mengatakan masih terdapat peluang besar untuk memperdalam hubungan bisnis Indonesia dan AS, khususnya melalui peningkatan perdagangan dan investasi serta kerja sama teknologi.
“Kami melihat masih terdapat potensi besar untuk memperdalam hubungan bisnis antara Indonesia dan AS. Dalam hal ini, melalui hubungan perdagangan dan investasi yang lebih kuat, kerja sama teknologi yang lebih erat, dan rantai pasok yang lebih terintegrasi,” ujar Budi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Fokus pada Hilirisasi dan Rantai Pasok
Dalam penjajakan tersebut, Indonesia menawarkan peluang kerja sama mulai dari industri hilir hingga produksi yang memiliki nilai tambah.
Sektor logam tanah jarang dan energi terbarukan juga menjadi bagian dari sektor strategis yang dibahas.
Kerja sama diharapkan tidak hanya mencakup perdagangan, tetapi juga investasi dan pengembangan teknologi.
Meski demikian, pemerintah belum merinci nilai investasi yang berpotensi masuk, perusahaan yang akan terlibat, maupun jadwal pelaksanaan proyek dari penjajakan tersebut.
UMKM Turut Jadi Perhatian
Selain sektor industri, pengembangan UMKM juga masuk dalam pembahasan.
Kamar Dagang AS menawarkan peluang kerja sama berupa pengembangan kapasitas bagi pelaku UMKM serta pemanfaatan sistem pembayaran digital.
Dukungan tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan kemampuan dan mengikuti perkembangan ekonomi digital.
Namun, bentuk program, mekanisme pelaksanaan, serta persyaratan bagi UMKM yang dapat mengikuti program tersebut belum dijelaskan secara rinci.
Empat Agenda B20
Vice President and Executive Director International Policy Kamar Dagang AS Isabelle Icso menyambut positif upaya Indonesia memperkuat hubungan bisnis dengan AS.
Ia menyampaikan terdapat empat fokus utama yang menjadi perhatian dalam forum B20.
Keempatnya meliputi pengurangan kebijakan yang menghambat perdagangan, modernisasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), pembebasan bea perdagangan digital, serta penguatan investasi lintas batas.
Pemerintah Dorong Implementasi Perjanjian Dagang
Dalam pertemuan yang sama, Budi Santoso turut membahas perkembangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) bersama kalangan dunia usaha AS.
Pemerintah berharap kesepakatan tersebut dapat segera diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi hubungan perdagangan kedua negara.
Hingga kini, jadwal implementasi maupun rincian ketentuan ART yang dibahas belum disampaikan secara lengkap.
Karena itu, berbagai peluang yang telah dibicarakan antara Indonesia dan AS masih perlu ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret, baik dalam perdagangan, investasi, teknologi, maupun pengembangan UMKM.
