Inflasi Kalbar September 2026 Capai 0,79 Persen, Harga Cabai dan Sayuran Naik
rakyatkayong.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat tingkat inflasi Kalimantan Barat secara bulanan mencapai 0,79 persen pada September 2026.
Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan harga sepanjang September. Cabai rawit dan berbagai jenis sayuran menjadi komoditas yang turut memberikan tekanan terhadap inflasi daerah.
Perubahan harga tersebut terutama berdampak pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi salah satu kelompok pengeluaran masyarakat.
Inflasi sebesar 0,79 persen secara month-to-month (mtm) menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat dibandingkan dengan kondisi pada Agustus 2026.
BPS Kalbar mencatat pergerakan harga komoditas pangan perlu menjadi perhatian dalam upaya menjaga kestabilan harga di daerah.
Komoditas hortikultura seperti cabai rawit dan sayuran memiliki harga yang relatif dipengaruhi oleh kondisi pasokan serta permintaan di pasar. Ketika pasokan berkurang sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi, harga komoditas tersebut berpotensi mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut kemudian turut memengaruhi harga yang dibayarkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, perkembangan harga bahan pangan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengendalian inflasi di Kalimantan Barat.
Pengendalian harga pangan juga penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama ketika kenaikan harga terjadi pada komoditas yang menjadi kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Dengan inflasi bulanan yang tercatat 0,79 persen pada September, perkembangan harga komoditas pangan akan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat Kalimantan Barat.
