John Herdman Bidik Dua Pemain Diaspora untuk Timnas Indonesia, Winger Jadi Prioritas
rakyatkayong.com – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tengah berupaya menambah kekuatan skuad Garuda dengan merekrut dua pemain diaspora yang memiliki kecepatan dan kemampuan bermain dinamis. Posisi sayap menjadi salah satu fokus utama dalam persiapan menghadapi Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Herdman mengungkapkan, proses perekrutan masih menghadapi sejumlah tantangan. Meski demikian, ia menilai tambahan pemain dengan karakteristik yang sesuai kebutuhan tim dapat memperluas pilihan taktik Timnas Indonesia.
“Ada dua pemain diaspora yang sedang saya coba rekrut dengan karakter dinamis dan profil seperti itu. Namun, ada sejumlah tantangan dalam prosesnya,” kata Herdman, dikutip dari kanal YouTube Liputan6 Sport, Kamis (8/10/2026).
Pelatih tersebut secara khusus menyoroti kebutuhan pemain di posisi nomor 7 dan 11, yang identik dengan peran winger atau pemain sayap. Menurutnya, kecepatan menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi tuntutan sepak bola modern.
“Kami membutuhkan kecepatan di posisi nomor 7 dan 11, lebih tepatnya di posisi sayap. Di dunia sepak bola seperti saat ini, Anda membutuhkan pemain yang mampu berlari 36 km/jam atau lebih,” ujarnya.
Pemain sayap dengan kecepatan tinggi diharapkan mampu membantu serangan lebih cepat, memanfaatkan ruang di sisi lapangan, serta meningkatkan ancaman terhadap pertahanan lawan.
Dean Zandbergen hingga Demiane Agustien Jadi Sorotan
Sejumlah nama pemain keturunan mulai dikaitkan dengan peluang memperkuat Timnas Indonesia. Di antaranya Dean Zandbergen, Demiane Agustien, Jahnoah Markelo, dan Jenson Seelt.
Namun, nama-nama tersebut belum dapat dipastikan sebagai dua pemain yang sedang didekati Herdman. Belum ada pengumuman resmi yang menyebut identitas pemain incarannya maupun memastikan mereka masuk dalam proses perekrutan atau naturalisasi PSSI.
Dean Zandbergen merupakan penyerang kelahiran Belanda yang dalam pemberitaan disebut pernah memperkuat VVV-Venlo sebelum bergabung dengan Dinamo București, Rumania, pada September 2026. Peluangnya membela Indonesia tetap memerlukan verifikasi mengenai latar belakang keturunan dan pemenuhan persyaratan kewarganegaraan serta regulasi FIFA.
Nama Jenson Seelt juga masuk dalam daftar pemain yang dinilai layak dipantau. Bek tengah tersebut pernah memperkuat Sunderland dan menjalani masa peminjaman di VfL Wolfsburg. Meski berposisi sebagai pemain bertahan, kelayakannya membela Indonesia harus dipastikan melalui pemeriksaan persyaratan yang berlaku.
Sementara itu, Demiane Agustien menjadi perhatian karena dapat bermain sebagai winger kiri maupun gelandang serang. Pemain kelahiran Belanda tersebut disebut memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak ibu. Kemampuan bermain di sejumlah posisi bisa menjadi pertimbangan apabila sesuai dengan kebutuhan tim dan ia memenuhi persyaratan untuk membela Garuda.
Adapun Jahnoah Guevara Markelo merupakan pemain sayap berkaki kiri yang lahir di Amsterdam. Ia disebut memiliki latar belakang keturunan Indonesia-Suriname dari pihak ibu.
Markelo pernah bermain untuk FC Zürich sebelum bergabung dengan Coventry City pada Januari 2026. Pada Agustus 2026, ia kemudian bergabung dengan Shabab Al Ahli, klub yang berkompetisi di Liga Utama Uni Emirat Arab, dengan kontrak hingga 30 Juni 2031.
Meski karakteristik sejumlah pemain tersebut dinilai menarik, belum ada kepastian bahwa mereka merupakan bagian dari rencana perekrutan Herdman. Identitas dua pemain yang dimaksud pelatih juga belum diungkapkan secara resmi.
Timnas Indonesia Hadapi Jepang, Qatar, dan Thailand
Upaya memperkuat skuad menjadi perhatian menjelang Piala Asia 2027. Berdasarkan hasil undian, Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Ketiga lawan tersebut akan menjadi tantangan bagi Garuda dalam persaingan fase grup.
Indonesia dijadwalkan menghadapi Jepang pada 11 Januari 2027, Qatar pada 16 Januari, dan Thailand pada 20 Januari 2027. Jadwal tersebut menuntut kesiapan skuad untuk menjaga konsistensi permainan sepanjang turnamen.
Penambahan pemain diaspora dapat menjadi salah satu opsi untuk memperluas kedalaman skuad. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada kebutuhan taktik, kualitas pemain, kelayakan membela Indonesia, serta proses administrasi dan regulasi yang berlaku.
Dengan persiapan menuju Piala Asia 2027, Herdman kini menghadapi tugas membentuk komposisi tim yang kompetitif, termasuk memastikan sektor sayap memiliki kecepatan dan variasi serangan yang dibutuhkan untuk bersaing di level Asia.
