Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

KIPP dan BPBD Kayong Utara Salurkan 1 Juta Liter Air Bersih saat Kemarau

✍️ Rina Marlina 🕒 23 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
RINGANKAN BEBAN WARGA: Bantuan air bersih dari KIPP-BPBD membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Dusun Karya Makmur, Desa Medan Jaya, Kabupaten Kayong Utara, saat sumur dan parit mengering akibat kemarau panjang.
RINGANKAN BEBAN WARGA: Bantuan air bersih dari KIPP-BPBD membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat Dusun Karya Makmur, Desa Medan Jaya, Kabupaten Kayong Utara, saat sumur dan parit mengering akibat kemarau panjang. Foto: istimewa

rakyatkayong.com – Bantuan air bersih dari Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara telah mencapai akumulasi satu juta liter sejak Agustus 2026. Distribusi ini membantu warga di sejumlah wilayah yang kesulitan mendapatkan air akibat kemarau panjang.

Salah satu wilayah yang merasakan dampaknya adalah Dusun Karya Makmur, Desa Medan Jaya. Sumur dan parit yang selama ini menjadi sumber air warga mulai mengering, sehingga masyarakat harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebagian warga bahkan terpaksa membeli air bersih, sementara lainnya mencari sumber air dari wilayah lain. Kondisi ini menambah pengeluaran rumah tangga, terutama ketika kebutuhan air harus dipenuhi setiap hari.

“Selama musim kemarau ini, ketersediaan air sangat kurang. Sumur-sumur maupun parit sudah tidak ada airnya. Kami sangat butuh bantuan air bersih seperti ini,” ujar Supari, warga Desa Medan Jaya.

Menurut Supari, bantuan air tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga, terutama untuk minum dan memasak. Namun, persediaan yang diterima hanya cukup untuk sekitar tiga hingga empat hari, bergantung pada kebutuhan rumah tangga.

Ia berharap distribusi air bersih dapat terus berlanjut apabila musim kemarau belum berakhir. Sebab, setelah persediaan habis, warga kembali harus mencari cara untuk mendapatkan air.

Kepala Dusun Karya Makmur, Budiono, mengatakan persoalan yang dihadapi masyarakat bukan hanya keterbatasan air, tetapi juga sulitnya memperoleh air yang layak untuk dikonsumsi. Sumber air yang masih tersedia di sejumlah lokasi lebih banyak dimanfaatkan untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sanitasi.

“Air bersih sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk konsumsi. Saya mewakili warga Desa Medan Jaya, khususnya Dusun Karya Makmur, mengucapkan terima kasih atas bantuan air bersih yang telah diberikan. Bantuan ini sangat membantu masyarakat,” kata Budiono.

Distribusi Menjangkau Tiga Kecamatan

Kepala BPBD Kabupaten Kayong Utara, Fathul Bahri, menjelaskan penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masyarakat, akses menuju lokasi, serta ketersediaan sarana transportasi dan personel.

Melalui kerja sama dengan KIPP, distribusi telah menjangkau sejumlah desa di Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, dan Pulau Maya.

Wilayah penerima bantuan meliputi Desa Pemangkat, Medan Jaya, Pulau Kumbang, Teluk Batang, Padu Banjar, Sei Mata-mata, Teluk Melano, Sei Paduan, Simpang Tiga, dan Nipah Kuning.

Penyaluran dilakukan dengan menyesuaikan kondisi wilayah. Sebagian lokasi dapat dijangkau melalui jalur darat, sedangkan wilayah lainnya memerlukan transportasi air.

Fathul menilai kolaborasi dengan berbagai pihak berperan penting dalam mendukung penanganan kekeringan, khususnya ketika kebutuhan air masyarakat masih tinggi.

KIPP Dukung Pemenuhan Kebutuhan Dasar Warga

External Relation Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, mengatakan bantuan air bersih merupakan bentuk dukungan perusahaan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Kami memahami ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, terlebih ketika masyarakat menghadapi kondisi kekeringan. Karena itu, KIPP bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Kayong Utara untuk membantu penyaluran air bersih ke wilayah yang membutuhkan,” ujar Sugeng.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga selama musim kemarau. Koordinasi dengan BPBD juga diperlukan agar distribusi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi akses di masing-masing wilayah.

Akumulasi satu juta liter air bersih sejak Agustus 2026 menjadi gambaran upaya penanganan kebutuhan air di sejumlah wilayah Kayong Utara. Meski demikian, bagi warga yang sumber airnya belum pulih, keberlanjutan distribusi tetap penting untuk menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan rumah tangga.

Di Dusun Karya Makmur, bantuan tersebut menjadi penopang sementara di tengah mengeringnya sumur dan parit. Warga berharap pasokan air terus tersedia sampai sumber air mereka kembali dapat digunakan.

RM
Rina MarlinaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update