Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Kisah Andi Akell Jadi 'Ojek' Logistik Petugas Karhutla di Tanjung Puting Demi Menjaga Harapan Hutan

✍️ Rina Marlina 🕒 26 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Relawan YOHK Andi Akell saat mengendarai motor di TN Tanjung Puting.
Relawan YOHK Andi Akell saat mengendarai motor di TN Tanjung Puting. Foto: YOHK

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan konservasi memicu aksi heroik dari berbagai pihak di lapangan. Tantangan geografis berupa jalur darat yang terjal, penuh lumpur, serta tertutup kepulan asap pekat tidak menyurutkan dedikasi para pejuang lingkungan. Di tengah peliknya situasi pemadaman di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, terdapat sosok penting yang memastikan kebutuhan para petugas di garis depan tetap tercukupi.

Adalah Andi Akell, seorang anggota Yayasan Orangutan Hutan Kerja (YOHK) TNTP, yang mendedikasikan dirinya sebagai "ojek dadakan" untuk mendistribusikan perbekalan logistik. Mengandalkan kendaraan roda dua yang dimodifikasi khusus untuk jalur ekstrem, ia harus berjibaku melewati rute hutan yang rusak berat demi mencapai titik-titik posko pemadaman. Peran vital ini membuat roda suplai logistik bagi tim gabungan tetap berjalan lancar di tengah situasi darurat lingkungan yang kian mendesak.

Medan berat di kawasan konservasi seluas ratusan ribu hektare tersebut menyimpan risiko yang sangat tinggi. Selain jalanan tanah gambut yang licin dan berlumpur akibat sisa pembakaran serta cuaca, ancaman arah angin yang berubah-ubah sewaktu-waktu juga membahayakan keselamatan relawan. Kendati demikian, semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap kelestarian alam, termasuk perlindungan bagi satwa liar seperti orang utan yang habitatnya terancam, menjadi motivasi utama bagi Andi untuk terus memacu kendaraannya menembus belantara.

Di sisi lain, kondisi lapangan di kawasan konservasi terpantau dinamis seiring dengan upaya mitigasi yang dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Berbagai pihak terus memantau pergerakan titik api serta keselamatan satwa endemik yang berada di sekitar area perlindungan dan pusat pemberian pakan (feeding camp). Upaya pemantauan ini juga mencakup pengawasan terhadap satwa liar yang kerap mendekati pos pemantauan untuk mencari suaka atau tambahan pasokan makanan di tengah tekanan lingkungan akibat kebakaran.

Upaya konservasi yang melibatkan kolaborasi antara lembaga pengelola, relawan, dan masyarakat sekitar menunjukkan betapa besar ketangguhan yang dibutuhkan dalam menghadapi bencana ekologis ini. Keberadaan sosok seperti Andi Akell membuktikan bahwa penanganan karhutla tidak hanya bertumpu pada tim pemadam di titik api, tetapi juga didukung oleh rantai pasok logistik yang digerakkan dengan penuh pengorbanan di balik layar. Selama ancaman kebakaran masih membayangi kawasan paru-paru dunia tersebut, dedikasi para pejuang lapangan akan terus menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan masa depan hutan Kalimantan.

RM
Rina MarlinaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update