Langkah Mitigasi Krisis Air: PTMB Operasikan Tiga Terminal Tangki dan Armada Truk di Balikpapan
BALIKPAPAN — Guna mengantisipasi dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengambil langkah taktis dengan mengoperasikan tiga titik terminal tangki air bersih di lokasi strategis. Fasilitas penampungan temporer ini disiapkan untuk memastikan pasokan air minum dan kebutuhan harian masyarakat Kota Beriman tetap terpenuhi di tengah penurunan drastis kapasitas air baku pada instalasi pengolahan.
Langkah tanggap darurat ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak gangguan distribusi air bersih. Berdasarkan pemetaan manajemen, tiga terminal tangki penampungan tersebut tersebar di wilayah Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan, hingga Balikpapan Timur. Kehadiran sarana penunjang ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh armada pengangkut air sehingga distribusi ke kawasan pemukiman warga yang mengalami kekeringan bisa berjalan lebih efisien dan merata.
Subsidi Khusus Pelanggan dan Skema Pengiriman Armada
Selain menyediakan pangkalan terminal tangki, PTMB menyiagakan sebanyak 21 unit armada truk tangki air yang bertugas melakukan pengantaran langsung ke titik-titik pemukiman. Masing-masing kendaraan operasional tersebut mengangkut kapasitas muatan hingga 5.000 liter atau setara dengan 5 meter kubik air dalam sekali jalan.
Guna meringankan beban finansial masyarakat di tengah situasi sulit ini, manajemen PTMB juga memberlakukan skema tarif khusus yang dibantu subsidi pemerintah/perusahaan. Untuk masyarakat yang berstatus sebagai pelanggan resmi PTMB, harga yang dikenakan untuk setiap pengiriman satu unit tangki (5.000 liter atau 5 kubik air) ditetapkan hanya sebesar Rp 50.000.
Besaran tarif yang terjangkau bagi pelanggan tersebut dapat terealisasi lantaran perusahaan memberikan suntikan subsidi ongkos pengangkutan hingga ratusan ribu rupiah per pengiriman. Di sisi lain, ketentuan dan skema penetapan tarif yang berbeda akan diberlakukan bagi konsumen pemesan yang berada di luar status pelanggan resmi.
Mengenai mekanisme operasional armada di lapangan dan besaran subsidi ongkos angkut ini, Direktur Utama PTMB, Khoirudin, memberikan penjelasan resminya:
"Dari kapasitas tersebut, kami mampu melayani rata-rata lima kali pengantaran (rit) per hari. Pengantaran ini menyesuaikan titik dengan akses jarak yang bervariasi," ucapnya.
"Jadi biaya transportasi ditanggung perusahaan mencapai Rp 250 ribu per tangki. Jadi ada Rp 200 ribu yang kami subsidikan untuk pelanggan. Tapi kalau yang non pelanggan harganya beda lagi," kata Khoirudin.
Pihak perusahaan menegaskan bahwa skema penyesuaian tarif serta pemberian potongan harga angkut ini dirancang murni demi menjamin agar masyarakat luas tetap mendapatkan jaminan pasokan air bersih yang layak dan memadai. Terlebih lagi, kapasitas produksi air bersih di tingkat hulu saat ini berada dalam kondisi yang sangat terbatas dan memerlukan penanganan ekstra.
Kondisi Pasokan Air Baku Balikpapan Menyusut Signifikan
Kebutuhan akan pengoperasian pangkalan tangki air dan pengerahan puluhan armada truk ini dilatarbelakangi oleh kondisi ketersediaan pasokan air baku di sumber penampungan utama Balikpapan yang terus mengalami penurunan volume secara drastis. Cuaca panas terik dan minimnya intensitas curah hujan akibat fenomena iklim El Nino dalam beberapa bulan terakhir menjadi pemicu utama berkurangnya debit air alami pada waduk maupun bendungan pengelolaan.
Berdasarkan data teknis operasional PTMB, penurunan debit pasokan terjadi secara merata di berbagai sarana sumber air baku utama milik daerah. Penurunan kapasitas pengolahan air baku rata-rata tercatat mengalami penyusutan hingga sekitar 250 liter per detik, atau merosot sebesar 21,7 persen jika dibandingkan dengan angka standar pada kondisi cuaca normal.
Kondisi tertekan serupa juga melanda pasokan yang bersumber dari Bendungan Teritip. Pengambilan air baku di lokasi tersebut saat ini dilaporkan hanya mampu menyentuh kisaran angka 110 liter per detik. Jumlah tersebut mencerminkan penurunan tajam hingga menembus angka 50 persen dari kapasitas produksi normal harian Bendungan Teritip yang biasanya mampu menyuplai hingga 220 liter per detik.
Upaya Berkelanjutan Menghadapi Dampak Kemarau
Menghadapi keterbatasan debit air yang diprediksi masih berlangsung selama musim kemarau ini, PTMB mengimbau masyarakat untuk terus melakukan penghematan penggunaan air bersih dalam aktivitas harian. Langkah efisiensi di tingkat rumah tangga dinilai sangat krusial agar cadangan air yang disalurkan melalui jaringan perpipaan maupun truk tangki dapat terbagi secara merata ke seluruh pelosok permukiman.
Di sisi operasional, pengawasan terhadap keandalan 21 unit truk tangki serta tiga terminal transit air akan terus ditingkatkan. PTMB berkomitmen untuk memprioritaskan kawasan-kawasan pemukiman yang paling parah terdampak krisis pasokan air atau wilayah yang aliran perpipaannya terhenti total.
Melalui penyediaan sarana penampungan darurat, subsidi ongkos angkut air tangki, dan rotasi pengiriman truk secara intensif, PTMB berharap dapat meminimalkan dampak buruk dari krisis air baku ini sehingga stabilitas pasokan air bagi warga Kota Balikpapan tetap terjamin hingga kondisi cuaca dan debit air kembali normal.
