Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Lonjakan Harga Bahan Pokok di Balikpapan: Telur Menyentuh Rp100 Ribu, Pasar Murah Diserbu

✍️ Rina Marlina 🕒 22 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balikpapan.
Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balikpapan. Foto: detik.com

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan mengambil langkah sigap merespons lonjakan harga sejumlah bahan pangan pokok yang kian memberatkan masyarakat. Langkah intervensi pasar tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat (21-23 Oktober).

Inisiatif intervensi harga ini digelar sebagai jawaban langsung atas tingginya harga komoditas utama di tingkat pedagang eceran. Salah satu lonjakan harga yang paling mencolok dan menjadi keluhan utama warga adalah komoditas telur ayam, di mana harganya telah menembus angka Rp100.000 per piring (egg tray) di beberapa pasar tradisional utama. Melalui pengerahan pasar murah di halaman parkir Balai Kota Balikpapan ini, masyarakat bisa memperoleh komoditas pangan berkualitas dengan potongan harga yang sangat signifikan.

Selisih Harga Mencapai 50 Persen di Pasar Tradisional

Berdasarkan pencatatan data harian yang dihimpun oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, pergerakan harga bahan pokok di pasar tradisional memang memperlihatkan tren peningkatan yang tajam. Di Pasar Klandasan misalnya, banderol satu piring telur ayam terpantau menyentuh level tertinggi yakni Rp100.000. Sementara itu, di Pasar Pandan Sari yang dikenal sebagai pusat grosir pangan di Balikpapan, harga telur ayam bertahan di kisaran Rp90.000 per piring.

Kondisi lonjakan tersebut sangat bertolak belakang dengan penawaran yang dihadirkan dalam ajang Gerakan Pangan Murah. Dalam kegiatan operasional GPM, telur ayam dijual dengan harga relatif terjangkau, yaitu Rp50.000 per piring. Angka ini memangkas separuh dari harga eceran tertinggi yang berlaku di pasar umum, sehingga langsung memicu antusiasme tinggi dari warga sekitar.

Selain telur, komoditas hortikultura seperti cabai juga mengalami pergerakan harga yang cukup signifikan. Pada ajang GPM ini, pasokan cabai langsung didatangkan dari tingkat petani dan ditawarkan seharga Rp80.000 per kilogram, jauh berada di bawah rata-rata harga pasar saat ini.

Strategi Pemotongan Rantai Distribusi dan Dampak Musim Kemarau

Fenomena membumbungnya harga bahan pangan pokok di kawasan Balikpapan tidak lepas dari gejolak pasokan akibat faktor cuaca ekstrem. Dampak kemarau panjang yang melanda berbagai wilayah penyangga pangan dinilai menjadi pemicu utama berkurangnya volume produksi di tingkat hulu, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga hingga ke tangan konsumen akhir.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan GPM adalah untuk menstabilkan harga sekaligus memotong alur distribusi pangan yang terlalu panjang dan kompleks.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, menjelaskan fokus utama dari intervensi yang dijalankan oleh pemerintah daerah.

"GPM ini untuk memangkas rantai distribusi dan melakukan stabilisasi harga di tengah kenaikan harga komoditas pangan," ujarnya.

Melalui pemotongan rantai pasok tersebut, bahan pangan dari produsen primer dapat didistribusikan secara langsung ke konsumen tanpa melewati perantara berulang yang kerap mengambil margin keuntungan membebani.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Keterlibatan Puluhan Puluhan Tenant

Keberhasilan penyelenggaraan pasar murah ini didukung penuh oleh keterlibatan sinergis antara instansi pemerintah, distributor resmi, serta para pelaku usaha sektor pertanian dan peternakan lokal. DKP3 Balikpapan mencatat sebanyak 19 tenant atau gerai berpartisipasi aktif mengisi arena GPM untuk menawarkan berbagai jenis kebutuhan pokok pokok masyarakat.

Kepala DKP3 Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih, yang akrab disapa Yuyun menerangkan mekanisme operasional pasar murah tersebut.

"Kami jual cabai di tingkat petani Rp 80 ribu. Telur juga dijual dengan harga tingkat peternak Rp 50 ribu satu piring," lanjut sosok yang akrab disapa Yuyun itu.

Yuyun kembali memaparkan lebih rinci mengenai struktur keterlibatan para pemangku kepentingan yang menyokong kelancaran program intervensi harga pangan ini.

"Ada 19 tenant," ungkap Yuyun menjelaskan partisipasi berbagai pihak dalam gelaran pasar murah tersebut.

Ia juga menegaskan komitmen sektor kelautan, pertanian, dan peternakan dalam menjaga ketahanan pasokan daerah.

"Ini menjadi bahan intervensi kita bahwa pertanian, peternakan dan perikanan juga menjadi perhatian kita untuk ke depan," jelasnya.

Mengenai komoditas spesifik yang menjadi perhatian utama selama periode musim kering ini, Yuyun menekankan dua bahan pangan utama yang diprioritaskan pengawasannya.

"Cabai dan telur lokal masih dominan," tambahnya.

Ragam Komoditas Pokok Ditawarkan untuk Masyarakat

Meski sorotan publik tertuju pada penurunan harga telur ayam dan cabai, arena Gerakan Pangan Murah Balikpapan ini sebenarnya tidak hanya menyediakan dua jenis bahan pokok tersebut. Berbagai komoditas kebutuhan harian rumah tangga turut disediakan oleh para peserta tenant dengan harga pasokan perdana.

Item pangan yang dapat dibeli oleh warga mencakup beras dari berbagai kualitas, minyak goreng kemasan, gula pasir, hingga bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih. Selain komoditas pangan olahan dan hasil bumi utama, panitia penyelenggara juga melengkapi ketersediaan stan dengan produk-produk hortikultura kesegaran tinggi, seperti beraneka ragam buah-buahan serta sayur-mayur segar hasil panen petani lokal.

Langkah strategis melalui penyelenggaraan GPM ini diharapkan mampu meredam tekanan laju inflasi di kawasan Kota Balikpapan. Pemkot Balikpapan berencana untuk terus memantau dinamika perkembangan harga pangan pokok di pasaran secara berkala demi menjamin keterjangkauan dan ketersediaan bahan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

RM
Rina MarlinaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update