Pejabat Pemkab Ketapang Ikuti PKN II, Fokus Tangani Anak Tidak Sekolah
rakyatkayong.com-Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II dengan membawa sejumlah gagasan terkait persoalan pembangunan di daerah.
Dalam proses pendidikan tersebut, para peserta memaparkan rancangan aksi perubahan yang menyoroti penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), penguatan kualitas data sosial ekonomi, serta strategi pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Ketapang.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengapresiasi gagasan yang disampaikan para peserta. Ia menegaskan bahwa inovasi yang dihasilkan melalui PKN II tidak seharusnya berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi harus mampu menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.
Menurut Alex, persoalan anak tidak sekolah membutuhkan penanganan bersama dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, satuan pendidikan, hingga pihak terkait lainnya.
Ia juga menilai kualitas data menjadi salah satu faktor penting agar kebijakan dan intervensi pemerintah dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Yang paling penting adalah ada perubahan. Jangan hanya membuat program, tetapi harus terlihat hasilnya, terutama dalam menurunkan angka anak tidak sekolah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegas Alex.
Selain persoalan ATS, pembahasan juga mencakup strategi pemberdayaan masyarakat melalui penggabungan berbagai program pemerintah dengan dukungan dunia usaha.
Alex mendorong agar program yang selama ini berjalan secara sektoral dapat disinergikan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian ekonomi.
Penguatan serta pemutakhiran data sosial ekonomi turut menjadi perhatian. Menurut Alex, data yang valid dan terintegrasi diperlukan sebagai dasar dalam menentukan sasaran bantuan maupun program pemberdayaan.
"Kalau datanya benar, kita bisa menentukan intervensi dengan tepat. Masyarakat yang membutuhkan harus mendapatkan perhatian, sementara program pemberdayaan harus diarahkan agar masyarakat bisa naik kelas dan mandiri," ungkapnya.
Melalui gagasan yang dibawa peserta PKN II, Pemkab Ketapang diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarperangkat daerah sekaligus memperluas kolaborasi dengan dunia usaha.
Upaya tersebut diarahkan untuk menghasilkan program pemberdayaan masyarakat yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan. Alex berharap inovasi para peserta dapat mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin responsif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat Ketapang
