Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca 15–16 Oktober untuk Atasi Karhutla Tanjung Puting

✍️ Rina Marlina 🕒 15 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan.
Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan. Foto: istimewa

rakyatkayong.com – Pemerintah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 15–16 Oktober 2026 untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, operasi tersebut dilakukan untuk memicu hujan melalui penyemaian awan. Upaya ini diharapkan membantu membasahi kawasan yang terbakar sehingga penanganan api dapat dilakukan lebih efektif.

Pelaksanaan operasi melibatkan pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Pemerintah pusat dan pemerintah daerah, TNI, Polri, BMKG, BNPB tidak patah semangat. Tidak akan cuci tangan. Segala upaya yang memang memungkinkan kita lakukan akan kita lakukan," kata Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan.

Penerbangan Modifikasi Cuaca Dialihkan ke Kalimantan Selatan

Pelaksanaan OMC sempat menghadapi kendala operasional karena pesawat pendukung belum dapat diterbangkan dari Bandara Tjilik Riwut dan Lanud Iskandar di Pangkalan Bun.

Sebagai alternatif, pemerintah menyiapkan penerbangan dari Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan, untuk mendukung penyemaian awan di sekitar kawasan terdampak karhutla.

"Kita terbangkan dari Bandara Syamsudin Noor, Kalsel, untuk OMC. Awan hujan kita semai. Mudah-mudahan pada tanggal 15 dan 16 akan ada awan hujan," kata Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan.

Selain mengupayakan hujan buatan, pemerintah juga menyiapkan dukungan pemadaman langsung melalui pengerahan personel darat dan bantuan udara. Pergerakan personel dan peralatan dari Banjarmasin akan disesuaikan dengan kesiapan operasional serta kondisi di lokasi kebakaran.

Pengerahan Personel Menyesuaikan Kondisi Lapangan

Pemerintah turut menyiapkan alternatif pengerahan personel dari wilayah lain apabila dukungan dari Banjarmasin belum memungkinkan dilakukan.

Daerah yang mengalami penurunan jumlah titik panas dan memiliki kondisi asap yang relatif tidak terlalu pekat menjadi salah satu pertimbangan untuk mendukung penanganan karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting.

Kuala Pembuang juga disebut berpotensi menjadi titik dukungan pengerahan personel. Pemanfaatan sumber daya dari wilayah tersebut akan menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan.

Meski berbagai langkah disiapkan, pelaksanaan dan hasil operasi masih bergantung pada sejumlah faktor, termasuk kondisi awan, cuaca, akses penerbangan, serta perkembangan kebakaran.

Pemerintah berharap kombinasi modifikasi cuaca, pemadaman darat, dan dukungan udara dapat membantu mengendalikan karhutla di kawasan konservasi tersebut.

RM
Rina MarlinaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update