Pemkot Pontianak Hadirkan KiosK ePonti, Warga Bisa Urus Layanan secara Mandiri
rakyatkayong.com — Pemerintah Kota Pontianak terus memperluas layanan digital melalui peluncuran KiosK ePonti di ruang publik. Fasilitas ini memungkinkan masyarakat mengakses layanan pembayaran pajak dan administrasi secara mandiri tanpa harus selalu mendatangi loket pelayanan di kantor pemerintahan.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pengembangan layanan digital bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, mesin e-Ponti secara bertahap akan ditempatkan di sejumlah lokasi yang mudah dijangkau, termasuk pusat perbelanjaan dan kawasan pelayanan publik.
Salah satu lokasi yang disebutkan ialah Mega Mall Pontianak, selain kawasan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Edi menjelaskan, transformasi digital seharusnya memberikan kemudahan nyata bagi warga, baik dari segi akses maupun kecepatan pelayanan.
Menurutnya, pelayanan pemerintah tidak seharusnya hanya terpusat di kantor, tetapi perlu tersedia di tempat yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.
Meski mendorong penggunaan teknologi, Pemkot Pontianak tetap memperhatikan perbedaan kemampuan masyarakat dalam mengakses layanan digital.
Edi mencontohkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang mempermudah pembayaran sekaligus mendukung transparansi transaksi. Namun, tidak semua warga memiliki telepon pintar, akses internet, atau rekening yang dibutuhkan untuk menggunakan layanan tersebut.
Karena itu, penerapan transaksi non-tunai perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat. Alternatif seperti uang elektronik berbasis kartu juga dapat menjadi pilihan bagi warga yang belum terbiasa melakukan pembayaran melalui telepon seluler.
Pemkot Pontianak turut mendorong sosialisasi dan pendampingan melalui kerja sama dengan perbankan. Langkah tersebut diharapkan membantu masyarakat memahami sistem pembayaran digital dan menggunakannya secara lebih luas.
Edi juga menegaskan bahwa penggunaan QRIS perlu terus diperluas, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, proses penerapannya harus disertai pembinaan agar semakin banyak pelaku usaha dan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi tersebut.
Menurutnya, dukungan Bank Indonesia turut berperan dalam pengembangan inovasi digitalisasi daerah di Pontianak. Meski demikian, penghargaan yang diperoleh bukanlah tujuan utama dari transformasi digital.
Pemkot ingin memastikan inovasi tersebut benar-benar berdampak pada kualitas pelayanan, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan dengan lebih mudah, cepat, dan inklusif.
Kehadiran KiosK ePonti di ruang publik menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pelayanan mandiri. Ke depan, pemerataan akses dan pendampingan masyarakat akan menjadi bagian penting agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan oleh berbagai kelompok warga.
