Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Petani Sawit Sanggau Tuntut Lahan Dikembalikan, Pemkab Tunggu Data hingga 20 Oktober

✍️ Rina Marlina 🕒 10 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Bupati Sanggau Yohanes Ontot bersama puluhan petani sawit yang menyampaikan tuntutan terkait kemitraan dengan PT BKP dan Koperasi Kebun Budamei di Kantor Bupati Sanggau
Bupati Sanggau Yohanes Ontot bersama puluhan petani sawit yang menyampaikan tuntutan terkait kemitraan dengan PT BKP dan Koperasi Kebun Budamei di Kantor Bupati Sanggau Foto: istimewa

rakyatkayong.com – Puluhan petani sawit di Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menuntut pengembalian lahan yang dimitrakan dengan PT Borneo Ketapang Permai (BKP) First Resources. Mereka juga meminta kejelasan utang-piutang dan status lahan dalam hubungan kemitraan dengan perusahaan.

Tuntutan tersebut disampaikan saat para petani mendatangi Kantor Bupati Sanggau pada Kamis (8/10/2026). Dalam audiensi di Aula Bapenda Sanggau, mereka menyampaikan tiga tuntutan utama terkait persoalan kemitraan yang hingga kini masih dalam proses penyelesaian.

Koordinator petani, Yulianus Caos, mengatakan para petani meminta lahan masyarakat yang dimitrakan dengan PT BKP First Resources dikembalikan kepada pemiliknya. Mereka juga menuntut pemutihan utang-piutang yang dinilai belum transparan serta meminta lahan masyarakat dikeluarkan dari Izin Usaha Perkebunan (IUP) dan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.

“Kami harap pertemuan ini menjadi forum terakhir kami menyuarakan hak kami secara administrasi melalui unjuk rasa. Selama empat tahun ini, proses mediasi dan audiensi sudah kami tempuh semuanya,” kata Yulianus.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan jalan keluar yang memberikan kejelasan terhadap hak petani dan status lahan yang dipersoalkan.

Bupati Sanggau Tunggu Penyandingan Data

Bupati Sanggau Yohanes Ontot mengatakan pemerintah daerah masih memproses penyelesaian persoalan yang melibatkan petani, PT BKP First Resources, dan Koperasi Kebun Budamei.

Menurutnya, data dari masing-masing pihak perlu dicocokkan terlebih dahulu sebelum pemerintah menentukan langkah selanjutnya.

“Prosesnya sudah hampir selesai. Sudah dilakukan secara berkala. Data dari PT BKP, Koperasi Kebun Budamei dan para petani akan disandingkan terlebih dahulu,” ujar Yohanes Ontot.

Ia menyebut pemerintah daerah masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan tahapan tersebut. Penyandingan data akan ditunggu hingga 20 Oktober.

“Kita akan menunggu hingga tanggal 20 Oktober,” katanya.

Petani Pertanyakan Penyerahan Lahan Plasma

Yulianus sebelumnya menyampaikan bahwa pihaknya telah menemui Tim Penyelesaian Pengaduan dan Pengawasan Perkebunan Kelapa Sawit (TP5K) untuk meminta mediasi.

Selain memperjuangkan kejelasan status lahan, para petani juga mempertanyakan informasi mengenai kelompok petani di luar koperasi yang disebut telah menerima serah terima lahan plasma.

Persoalan kemitraan tersebut masih menunggu hasil pencocokan data dari perusahaan, koperasi, dan para petani. Hasilnya diharapkan menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Sanggau untuk menentukan langkah penyelesaian berikutnya.

RM
Rina MarlinaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update