Porsenijar Kubu Raya Jadi Ajang Silaturahmi dan Pembinaan Prestasi Guru
rakyatkayong.com-Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) tingkat Kabupaten Kubu Raya menjadi wadah bagi para guru untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengembangkan potensi dan prestasi di berbagai bidang.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Porsenijar bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para guru untuk berolahraga, berkesenian, melakukan penyegaran, serta memperkuat kebersamaan setelah menjalani rutinitas di dunia pendidikan.
“Jadikan ini momentum dan ajang untuk silaturahmi. Ajang untuk refreshing juga. Guru itu kan juga manusia, perlu refreshing,” kata Sujiwo saat membuka Porsenijar tingkat Kabupaten Kubu Raya di halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (28/9/2026).
Selain menjadi ruang kebersamaan, Porsenijar juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet dari kalangan guru. Peserta yang berhasil meraih prestasi nantinya dipersiapkan untuk membawa nama Kubu Raya pada Porsenijar tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kota Singkawang.
Sujiwo berharap para perwakilan Kubu Raya dapat kembali meraih prestasi di tingkat provinsi sehingga memiliki kesempatan untuk mewakili Kalimantan Barat pada ajang tingkat nasional.
“Ini atlet untuk mewakili guru yang kemudian nanti ke Singkawang di tingkat Provinsi Kalimantan Barat, membawa nama baik Kubu Raya. Kemudian apabila berhasil, mewakili Provinsi Kalimantan Barat di ajang nasional,” tuturnya.
Dalam pembukaan tersebut, Sujiwo bersama Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto juga memberikan bantuan pribadi kepada PGRI di sembilan kecamatan. Total bantuan yang diberikan mencapai Rp45 juta, dengan masing-masing kecamatan memperoleh Rp5 juta.
“Saya akan bantu Rp45 juta, masing-masing kecamatan Rp5 juta. Dan itu bukan dari APBD. Itu pribadi saya dengan Pak Wabup,” ucap Sujiwo.
Sujiwo juga mengingatkan para guru mengenai pentingnya menjadi teladan bagi peserta didik. Ia mengajak pendidik menerapkan prinsip Ki Hajar Dewantara, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, peran guru tidak sebatas memberikan pengetahuan kepada siswa. Guru juga harus mampu memberikan contoh, membangun semangat, dan mendorong peserta didik untuk berkembang.
“Guru itu kan digugu dan ditiru. Digugu itu didengar, ditiru itu diikuti. Guru itu didengar dan diikuti,” jelasnya.
Ketua PK PGRI Kubu Raya Zainiansyah mengatakan Porsenijar menjadi kesempatan bagi para guru untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan prestasi. Ia menyebut Kubu Raya sebelumnya telah memiliki guru yang berhasil berprestasi hingga tingkat nasional.
“Kita pernah menjadi wakil Kalimantan Barat. Itu sekitar lima orang guru yang berprestasi di tingkat nasional. Luar biasa Kubu Raya,” ujar Zainiansyah.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Pengurus Provinsi PGRI Kalimantan Barat Muhammad Firdaus. Ia menyebut Porsenijar Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu tahapan untuk menyiapkan guru berprestasi menuju kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.
“Insyaallah, hasil dari kegiatan Porsenijar Kabupaten Kubu Raya ini akan mewakili tingkat Provinsi di Kota Singkawang. Keberhasilan di Singkawang nanti akan mewakili tingkat nasional,” kata Firdaus.
Melalui Porsenijar, para guru Kubu Raya diharapkan semakin solid sekaligus mampu mengembangkan kemampuan dan prestasi. Para peserta terbaik nantinya akan membawa nama Kubu Raya ke tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan berpeluang melanjutkan perjuangan hingga tingkat nasional
