Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Toyota Pilih Otomatisasi Bertahap, Kompetensi SDM Tetap Jadi Prioritas

✍️ Rina Marlina 🕒 30 Sep 2026 👁️ 14x dibaca
Toyota Motor Manufacturing Indonesia
Toyota Motor Manufacturing Indonesia Foto: istimewa

rakyatkayong.com-PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memilih menerapkan otomatisasi secara bertahap dalam proses produksi kendaraan, sembari tetap mempertahankan peran tenaga manusia dan meningkatkan kompetensi para pekerjanya.

Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan penerapan teknologi otomatisasi disesuaikan dengan kebutuhan dalam setiap proses produksi.

“Kami melakukan otomatisasi secara bertahap sesuai dengan kebutuhan proses produksi,” kata Nyoman di Karawang, Selasa.

Menurut Nyoman, perkembangan teknologi di industri otomotif membuat perusahaan perlu memastikan kemampuan pekerja terus mengikuti kebutuhan industri. Karena itu, TMMIN memberikan pengembangan keterampilan yang relevan, termasuk pemrograman dan kompetensi di bidang teknologi.

Toyota juga menerapkan filosofi “Make People before Make Product” yang menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai salah satu bagian penting dalam kegiatan perusahaan.

Pendekatan tersebut turut diterapkan dalam menghadapi era elektrifikasi. Sebelum memproduksi kendaraan elektrifikasi, perusahaan tidak hanya mempersiapkan teknologi dan fasilitas manufaktur, tetapi juga memastikan kesiapan tenaga kerja.

“Kami mempersiapkan SDM melalui berbagai kompetensi yang berhubungan dengan elektrifikasi dalam hal safety, proses produksi, proses delivery hingga kontrol kualitas,” kata I Nyoman Winaya.

Selain pengembangan kompetensi, TMMIN menerapkan prinsip AMAP (All Member All Process). Prinsip tersebut memberikan kesempatan kepada anggota tim untuk terlibat dalam berbagai proses pekerjaan dengan mempertimbangkan kompetensi serta kondisi masing-masing individu.

Nyoman menyebut kesempatan kerja juga diberikan secara setara kepada pekerja perempuan. Penyesuaian pekerjaan dilakukan melalui penggunaan alat bantu produksi, salah satunya karakuri, untuk membantu meringankan pekerjaan tertentu.

“Kami juga menyesuaikan pekerjaan dengan kebutuhan masing-masing individu, antara lain melalui penggunaan alat bantu seperti karakuri atau alat bantu produksi yang dapat meringankan pekerjaan,” ucapnya.

Saat ini, jumlah pekerja perempuan di fasilitas produksi TMMIN disebut telah mencapai lebih dari 200 orang.

Di tengah perkembangan teknologi dan transformasi industri otomotif, Toyota juga menyatakan kesiapannya mengikuti arah kebijakan pemerintah. Salah satunya berkaitan dengan wacana pengembangan produksi mobil nasional atau mobnas.

Dengan pendekatan otomatisasi bertahap dan pengembangan kompetensi pekerja, TMMIN menempatkan kesiapan teknologi serta sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan industri otomotif.

RM
Rina MarlinaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update