Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Olahraga
Olahraga

Yudhistira, Atlet Menembak yang Bawa Nama Kalbar hingga Kompetisi Internasional

✍️ Rina Marlina 🕒 05 Oct 2026 👁️ 7x dibaca
Yudhistira Auliya Lutfie, shooter muda asal Kalbar yang bersekolah di pulau jawa datang ke Kota Pontianak usai sukses meraih beragam penghargaan dunia dan nasional.
Yudhistira Auliya Lutfie, shooter muda asal Kalbar yang bersekolah di pulau jawa datang ke Kota Pontianak usai sukses meraih beragam penghargaan dunia dan nasional. Foto: istimewa

rakyatkayong.com – Perjalanan Yudhistira Auliya Lutfie di dunia olahraga menembak dimulai sejak usia sekitar 14–15 tahun. Dari kompetisi awal tanpa medali, atlet muda tersebut perlahan berkembang hingga mampu meraih prestasi di sejumlah pertandingan internasional.

Yudhistira mengenal olahraga menembak ketika berada di Jawa. Ia mulai mengikuti aktivitas di lapangan tembak sebelum kemudian mencoba turun dalam kompetisi.

“Saya mulai menembak sekitar umur 14 atau 15,” kata Yudhistira saat berbincang dengan jurnalis Pontianak Post di Pontianak, Minggu (4/10/2026).

Pada awal kariernya, Yudhistira masih harus mengumpulkan pengalaman. Salah satu kompetisi yang diikutinya berlangsung di lingkungan Kopassus. Ketika itu ia turun di kelas non-IPSC dan belum berhasil membawa pulang medali.

Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bagian dari proses pembelajarannya sebagai atlet.

Evaluasi Pertandingan Lewat Rekaman

Yudhistira memiliki cara tersendiri untuk memperbaiki kemampuannya. Setiap kali bertanding, ia merekam hampir seluruh stage yang dijalaninya.

Rekaman tersebut kemudian digunakan untuk mengevaluasi penampilannya. Ia memperhatikan kembali gerakan tubuh, posisi, perpindahan hingga teknik menembak untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki.

“Setiap stage itu divideo. Jadi pas balik langsung lihat video, ngecek. Pas latihan tinggal membenarkan gerakan sama tembakannya,” ujarnya.

Cara tersebut membuat pertandingan tidak hanya menjadi ajang mengejar kemenangan. Setiap kompetisi juga menjadi kesempatan untuk menemukan kekurangan dan meningkatkan kualitas latihan.

Kerja keras tersebut kemudian mulai membuahkan hasil. Salah satu podium awal yang diraihnya terjadi dalam kompetisi di Jakarta melalui nomor overall.

Mulai Bersinar di Kompetisi Internasional

Perjalanan Yudhistira kemudian berlanjut ke luar negeri. Thailand menjadi salah satu negara yang memberikan pengalaman penting dalam kariernya.

Dalam kompetisi di Thailand, Yudhistira berhasil menjadi juara pertama kategori junior. Ia juga menjadi bagian dari tim Indonesia yang meraih posisi ketiga pada kategori Standard.

“Di Thailand saya dapat junior nomor satu dan untuk tim Indonesia juara tiga dalam kategori Standard,” tuturnya.

Prestasi tersebut berlanjut ketika Yudhistira mengikuti kegiatan latihan dan pertandingan di Filipina. Ia kembali berhasil menjadi juara pertama untuk kategori junior.

Pengalaman yang lebih menantang kemudian didapatkannya ketika bertanding di Afrika. Kompetisi tersebut mempertemukannya dengan shooter dari berbagai negara.

Meski menghadapi persaingan yang lebih luas, Yudhistira mampu menembus posisi empat besar kategori junior.

“Kalau Afrika, lawannya semua orang dari seluruh dunia. Saya dapat posisi keempat junior,” katanya.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Yudhistira untuk mengukur kemampuannya di level internasional.

Memilih Membela Kalimantan Barat

Di tengah perjalanan kariernya, Yudhistira memilih membawa nama Kalimantan Barat dalam kompetisi. Keputusan tersebut tidak terlepas dari hubungan keluarganya dengan provinsi tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa adik-adiknya berasal dari Kalimantan Barat. Selain itu, dirinya pernah tinggal di Kalimantan ketika masih duduk di sekolah dasar karena mengikuti kedua orangtuanya.

“Adik-adik saya dari Kalimantan Barat dan waktu SD saya ikut bapak dan ibu tinggal di Kalimantan,” ujarnya.

Ibunya juga diketahui bekerja sebagai dosen di Universitas Tanjungpura. Latar belakang tersebut membuat Kalimantan Barat memiliki hubungan tersendiri bagi Yudhistira.

Kini, ia ingin terus berkembang dan membawa nama Kalbar dalam kompetisi yang lebih tinggi.

Perjalanan Yudhistira menunjukkan bahwa prestasi tidak diperoleh secara instan. Dari mulai mengenal olahraga menembak saat remaja, belajar dari kegagalan, mengevaluasi pertandingan melalui rekaman video, hingga akhirnya mampu meraih gelar di Thailand dan Filipina serta bersaing di Afrika.

Dengan usianya yang masih muda, Yudhistira masih memiliki kesempatan panjang untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi berikutnya bersama Kalimantan Barat.

RM
Rina MarlinaEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update