Disdik Kayong Utara Dukung Jurnalis Masuk Sekolah, Pelajar Belajar Tangkal Hoaks
rakyatkayong.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara mendukung kolaborasi bersama Jurnalis Kayong Utara (JKU) melalui program Jurnalis Masuk Sekolah. Kegiatan tersebut dinilai menjadi langkah positif untuk memperkuat literasi informasi sekaligus mengenalkan dunia jurnalistik kepada para pelajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara, Jumadi Gading, mengatakan program tersebut memberikan kesempatan bagi siswa SMP untuk memahami cara memperoleh dan mengolah informasi secara benar. Pelajar juga dibekali pengetahuan dasar agar mampu membedakan berita yang dapat dipercaya dengan informasi bohong atau hoaks.
“Saya sangat menyambut baik kegiatan Jurnalis Masuk Sekolah di Kabupaten Kayong Utara. Kegiatan ini merupakan kerja sama Dinas Pendidikan dan Jurnalis Kabupaten Kayong Utara,” ungkap Jumadi.
Menurutnya, pengenalan jurnalistik sejak di bangku sekolah penting agar siswa memahami proses kerja wartawan, mulai dari mencari informasi hingga menyajikannya menjadi sebuah berita.
Ia berharap para pelajar tidak hanya mengenal profesi jurnalis dari pemberitaan yang mereka baca, tetapi juga mengetahui bagaimana proses produksi berita dilakukan secara profesional.
Jumadi menegaskan, sekolah perlu membuka ruang bagi berbagai kegiatan positif yang dapat mendukung pengembangan wawasan dan kemampuan peserta didik. Kolaborasi dengan insan pers menjadi salah satu bentuk kegiatan yang dinilai bermanfaat bagi lingkungan pendidikan.
“Kegiatan ini kami dukung karena sekolah bukan merupakan menara gading yang selalu tertutup dengan kegiatan luar. Ini kesempatan baik bagi sekolah untuk mengetahui bahwa banyak kegiatan positif yang dilakukan para jurnalis,” katanya.
Program Jurnalis Masuk Sekolah dilaksanakan melalui kerja sama Dinas Pendidikan Kayong Utara dengan JKU. Pelatihan jurnalistik tersebut menyasar pelajar SMP di tiga kecamatan, termasuk Sukadana.
Ketua JKU, Muhammad Fauzi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Dinas Pendidikan yang telah memberikan ruang bagi para jurnalis untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada siswa serta guru pendamping.
Ia menjelaskan, literasi jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menulis berita. Lebih dari itu, siswa perlu memahami cara mencari, memeriksa, mengolah, dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab.
Fauzi menilai kemampuan tersebut semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat informasi dapat diterima dan disebarkan dengan cepat oleh siapa saja.
“Di era digitalisasi sekarang, siapa pun bisa dengan mudah menerima maupun menyebarkan informasi. Karena itu, penting bagi siswa dan guru memahami bagaimana mengenali berita hoaks, memeriksa kebenaran sumber informasi, serta tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum terverifikasi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan semakin kritis dalam menerima informasi, mampu memeriksa kebenaran sumber, serta lebih bijak menggunakan media digital dalam kehidupan sehari-hari.
