MES Kalbar Bidik UMKM dan Wisata Ramah Muslim untuk Perkuat Ekonomi Syariah
rakyatkayong.com – Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Barat periode 2026–2029 terpilih, M. Fahmi, menargetkan organisasinya menjadi salah satu percontohan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Untuk mewujudkan target tersebut, kepengurusan baru MES Kalbar akan memperkuat kerja sama lintas sektor serta menyelaraskan program organisasi dengan arah kebijakan pembangunan pemerintah daerah.
Fahmi mengatakan, Kalimantan Barat memiliki potensi strategis untuk mengembangkan ekonomi syariah. Selain memiliki wilayah perbatasan langsung dengan Malaysia, provinsi ini juga didukung sejumlah infrastruktur konektivitas, mulai dari Pelabuhan Internasional Kijing hingga Bandara Supadio.
Menurutnya, potensi geografis dan infrastruktur tersebut perlu diikuti dengan program pemberdayaan ekonomi yang terarah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Ini tentu melalui berbagai langkah strategis dan kolaborasi dengan para pihak. Kepengurusan baru ini siap memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan keberlanjutan program ke depan,” ujarnya seusai pemilihan MES Kalbar di Pontianak, Jumat.
Sebagai langkah awal, Fahmi menyebut pihaknya akan memastikan program kerja MES sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Barat.
Penyelarasan tersebut dinilai penting agar pengembangan ekonomi syariah dapat berjalan beriringan dengan kebijakan pemerintah daerah, sekaligus mendukung program pembangunan yang telah direncanakan.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian MES Kalbar adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Fahmi menilai sektor ini memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Untuk memperkuat kontribusi UMKM, MES berencana mendorong pengembangan pariwisata ramah muslim sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Pertumbuhan sektor pariwisata diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, termasuk dalam penyediaan produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan wisatawan muslim.
“Ketika wisata ramah muslim berkembang, aktivitas UMKM secara otomatis akan ikut bergerak naik, yang tentunya harus didukung dengan peningkatan kapasitas produk serta sertifikasi halal,” jelasnya.
Fahmi menegaskan, pengembangan ekonomi syariah tidak dapat dilakukan oleh MES sendiri. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari lembaga keuangan syariah, kalangan akademisi, media, pemerintah, hingga korporasi dan pengusaha besar.
Sinergi tersebut dibutuhkan untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi di Kalimantan Barat. Dukungan pemerintah, khususnya dalam aspek regulasi, juga dinilai penting untuk memastikan program dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Ini bukan organisasi bisnis, melainkan mandat kebaikan yang membutuhkan komitmen luar biasa dari kita semua,” ujar Fahmi.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terlibat dalam membangun kepengurusan yang solid sehingga program pengembangan ekonomi syariah dapat terus berlanjut.
Dengan kolaborasi lintas sektor, MES Kalbar optimistis dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan UMKM dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kalimantan Barat.
